Pemerintah Mewajibkan Penggunaan Masker

Pemerintah melalui juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto menyebutkan, masker berbahan dasar kain dapat dijadikan alternatif untuk mencegah penularan virus.

Menurut Yuri, di tengah kondisi kelangkaan surgical mask seperti sekarang ini, masker kain dapat menjadi pilihan ketimbang tak menggunakan masker sama sekali. “(Penggunaan masker berbahan dasar kain) ini lebih baik dibanding tanpa pakai masker,” kata Yuri

Surgical mask pada umumnya digunakan karena memiliki lapisan yang dapat menahan droplet (percikan air ludah). Adapun droplet merupakan sumber terjadinya penularan virus, karena dapat berpindah dari orang yang sakit ke orang sehat.

Menurut Yuri, masker kain juga punya fungsi yang sama sebagai penahan droplet, baik droplet pemakai maupun orang lain. ” Masker kain menahan droplet pemakai, dan bisa menahan droplet orang lain,” ujarnya. Sama seperti surgical mask, menurut Yuri, masker berbahan dasar kain juga tak boleh digunakan lama-lama.

Pengguna masker kain yang tidak sedang batuk dianjurkan mengganti masker tiap tiga jam sekali, sedangkan yang tengah flu disarankan mengganti masker lebih sering lagi.

Tak seperti surgical mask yang hanya dapat digunakan sekali pakai, masker kain dapat dipakai lebih dari satu kali, dengan catatan rajin dicuci. Awalnya WHO hanya menghimbau penggunaan masker hanya untuk orang yang sakit, namun dalam kondisi seperti ini, WHO mendukung Pemerintah Indonesia yang menganjurkan masyarakat untuk menggunakan masker.

Leave a Reply